Republik ngawur
Disaat kejujuran ditindas
Layaknya maling yang terpenjara kebohongan
korupsi adalah sarapan
Kolusi diangkat acuan utama
Janji palsu berkibar bagai molekul nitrogen di dunia
Menjadi hisapan perut-perut keroncongan
Nyatanya abal-abal dikalikan semrawut
Kalbu suram tak terpendar
Tipuan merajalela
Layaknya angin sepoi menerpa
Kriminalitas menu utama mencari makan
Aparatur negara sibuk membangun istana megah tak berguna
Melalaikan amanah manusia keroncongan
Mencintai harta melupakan menderma
Pengaman negara kini menjadi ancaman
Bekerjasama dengan kriminalitas
Menciptakan kekejaman
Demi kepuasan busuk belaka
Kemerosotan akhlak drastis terasa
Menggapai langit jatuh kebawah
ilmu dibuang, tak dimanfaatkan
Dunia pendidikan pun suram
Calon koruptor dipersiapkan
Untuk membobrokan republik tercinta
Prestasi tak dapat ditunjang
Kompetisi prestasi dianggap formalitas
hanya ada prestise fiktif belaka
Tampilan lenggak lenggok tak terhabiskan
Menjadikan konsumtif dan tidak menginvestasikan
Miring sudah Republikku
Takkan lurus dan selalu bengkok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar