Rasanya, Hati ini mulai Mencinta.. Orang yang kita tak duga dimana. Tapi, Aku yakin semua kan berjalan tepat pada waktunya. Suatu saat ku termenung dimasjid tempatku bersilahturahmi dengan adik-adik sesama aktivis. Ya, Angkatan kami memang paling buruk dalam ekskul. Entah mengapa, Aku lebih senang berteman dengan angkatan yang lebih muda atau yang lebih tua dariku. Mungkin, aku memang tak menyukainya. Tapi, memang di sini tempatku apa boleh buat.
Menelusuri lamunanku. Dia datang. Tepat di depanku. Dia tak pernah lagi menegurku. Aku selalu menghindarinya. Aku tak ingin rasa itu terulang. Semua itu karena kesalahanku. Menyukai sesama aktivis, adalah kesalahan besar. Karena akan membuat hati ini tidak ikhlas melalui semuanya. Aku sudah tak ingin mencampurkan aktivis dengan cinta.
Saat yang paling bahagia adalah saat kau bersama saudaramu, mereka bukan saudara sedarah, tapi ukhwah antara kau dengan mereka sangat erat. Lebih dari berjabat tangan. Aku rindu saat seperti ini. Walau saat ini masa-masaku di ekskul ini sudah berakhir. Dan digantikan dengan Kesibukan Ujian ku.
"Teh Runa.. Aku kangen teteh.. Hari apa teh kita bisa ngobrol-ngobrol lagi?" Kata adik kelas kesayanganku ini, Yuni.
" Insya Allah teteh bisa hari senin, rabu, kamis, sabtu. Tapi lagi ada KTI dulu.." Jawabku.
" Teteh, nanti ajarin rena biologi yah.." Adikku yang satunya lagi.
"Semampu teteh ya." Kataku.
Akhirnya semuanya berakhir. Masa mengabdi telah disalurkan ke adik-adikku tersayang. Aku harus memulai hidupku yang entah akan beruntung atau akan ada kejutan dari Allah SWT.
Rabu sore, orang tuaku telah mempersiapkan bekalnya, do'a-do'a dari sanak keluarga untuk pergi ke Mekkah. Dan tentunya kehidupan aku dan kakakku akan mengalami perubahan.Aku harus mempersiapkan mental sebulan ke depan. Aku takut, aku khawatir. Semua terasa sulit buatku. Tapi, aku harus melewatinya. Ya Allah, berikanlah kekuatan untuk hambaMu. Aamiin.
Senin pagi telah dimulai, ku bangun dari tidur dan membenahi hati. Tiba saatnya untuk mencintai Allah. Serta Utusan- utusanNya, Kitabullah dan Malaikatnya. Rasanya hati ini berat meninggalkan keburukan-keburukan. Padahal kebaikan telah di depan mata. Ku putuskan untuk menjauhi dari cinta. Kenyataan yang harus di telan mentah-mentah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar